Rabu, 02 April 2014

Refleksi Acara Lomba Desa Tanjung Kesuma


Lomba Desa merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun di Kabupaten Lampung Timur. Setiap kecamatan mendapat kesempatan untuk mengikutsertakan satu desanya untuk mewakili lomba desa tingkat kabupaten.
Pada tahun 2014 ini Desa Tanjung Kesuma mendapat kesempatan untuk mewakili kecamatan Purbolinggo untuk mengikuti Lomba Desa Tingkat Kabupaten Lampung Timur. Bagi Desa Tanjung Kesuma, lomba desa ini  berlangsung setiap 12 tahun sekali. Begitupun bagi 11 desa lainnya di Kecamatan Purbolinggo akan mendapat Kesempatan yang sama.
Puluhan pertemuaan pun digelar mulai dari pertemuan kecil (unit kerja panitia) hingga pertemuan yang melibatkan seluruh unsur desa. Hal ini haruslah dilakukan dalam tahapan kegiatan lomba desa ini, karena persiapan acara lomba desa tidaklah mungkin bisa siapkan sendiri oleh aparat pemerintahan desa tanpa melibatkan elemen lain di tingkat desa.
Persiapan yang dilakukan dalam menjelang acara penilaian lomba desa adalah sebagai berikut
1.            Persiapan Fisik
Persiapan fisik meliputi persiapan sarana dan prasarana desa, yang meliputi jalan, kebersihan dan sanitasi lingkungan, sarana ibadah, sarana pendidikan dan lain-lain. Sedangkan kelengkapan administrasi desa dan lembaga-lembaga yang berada di desa juga menjadi bagian penting untuk disiapkan.
Fokus utama untuk penataan fisik Jalan antara lain adalah pembenahan sistem drainase atau siring jalan dan pembuatan patok jalan. Hal menarik dalam hal persiapan fisik ini adalah Gotong Royong yang dilakukan oleh seluruh warga desa. Cara ini dilakukan masyarakat desa untuk menyelesaikan sebuah pekerjaaan yang tidak bisa dilakukan oleh perorangan.
Penataan fisik lain adalah penyeragaman lampu jalan dari tiap rumah warga. Selain untuk penerangan ketika malam hari, juga sekaligus mengantisipasi  timbulnya tindak kejahatan.
2.            Pesiapan Non Fisik & Mental
Kemampuan Sumber Daya Manusia pada jajaran pemerintahan desa dan pengurus organisasi lain dalam menjalankan peran dan fungsinya juga sangat penting disiapkan.  Apalagi pelaksanaan lomba desa di Tanjung Kesuma ini hanya berselang 2 bulan sejak terpilihnya kepala desa periode 2014 - 2019. Sudah barang tentu menjadi tantangan besar bagi kepala desa dan jajaran dibawanya untuk memikul tanggung jawab melaksanakan lomba desa ini.
Kompleksnya hal-hal yang mesti disiapkan dalam waktu yang relatif singkat membutuhkan energi ekstra. Jika persiapan bisa dilakukan siang hari makan akan dilakukan siang hari, jika tidak cukup akan dilakukan malam hari, jika tidak cukup waktu juga maka persiapan akan dilaksanakan hingga dini hari.
3.            Persiapan Administrasi
Penataan administrasi  Desa, PKK, Posyandu, PSI, Poskesdes, Kelompok Tani, Risma dan organisasi lain, menjadi dinamika menarik sepanjang persiapan lomba desa. Pengurus lembaga dan organisasi tingkat desa yang didominasi pengurus baru dalam jajaran organisasi desa harus bekerja ekstra untuk bisa menyiapkan ini.  Peranan pembinaan dari aparat pemerintahan kecamatan dan tokoh-tokoh masyarakat menjadi sangat dibutuhkan dalam proses ini.
4.            Persiapan Dana
Segala sesuatu butuh dana. Ungkapan ini betul adanya. Menjadi peserta lomba desa bisa menyedot dana puluhan bahkan mungkin ratusan juta rupiah dana swadaya dari masyarakat. Belum lagi pengeluaran yang dilakukan sendiri oleh masing-masing kepala keluarga untuk menata lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Jika diilustrasikan masing-masing kepala keluarga mengeluarkan dana minimal Rp. 100.000,- (untuk pembuatan patok jalan, pemasangan lampu, dan membayar swadaya lomba desa) maka jika ada 1.000 KK yang berpartisipasi maka sudah Rp. 100 juta partisipasi masyarakat desa. Belum lagi bentuk partisipasi lain seperti gotong royong.
Pelaksanaan Acara Penilaian Lomba Desa 
Acara penilaian lomba desa dilakukan pada tanggal 04 Maret 2014. Acara ini menjadi puncak dari serangkaian proses persiapan. Iji juga menjadi ajang pembuktian kesiapan Desa Tanjung Kesuma mengikuti lomba desa. Acara ini sangat ditunggu oleh seluruh lapisan masyarakat.  Seluruh elemen desa dilibatkan dalam acara ini mulai dari aparat pemerintahan desa, lembaga dan organisasi desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, siswa sekolah dan seluruh masyarakat. Warga masyarakat adalah bagian terbesar dari serangkaian proses ini.

Minggu, 30 Maret 2014

Bendungan Dusun VI Tanjung Kesuma

Dusun VI Tanjung Kesuma memiliki dua buah bendungan. Menurut cerita dari tetua dusun, bendungan ini dibuat oleh warga dusun seitar tahun 1960 dengan cara gotong royong.
Pembuatan bendungan ini bertujuan untuk menjadi penampungan air untuk sawah.
Pada saat itu di warga masyarakat ini sedang giat melakukan pencetakan sawah .
Perbaijan pada Bendungan ini baru dilakukan pemerintah pada tahun 2000 an dengan pemasangan pintu air dan pemasangan batu muka disisi utara bendungan.

Sabtu, 22 Maret 2014

Menjaga Semangat Warga Desa setelah Lomba Desa

Ada beragam pertanyaan yang sering dilontarkan mengenai bagaimana menjaga semangat warga masyarakat setelah pelaksanaan lomba desa. Seperti yang dilakukan warga Dusun VI Tanjung Kesuma, hari ini Minggu 23 Maret 2014 tetap melaksanakan kegiatan gotong royong membuat siring jalan.
Semangat inilah yang sering diragukan sebelumnya. Apakah gotong royong bisa berlanjut setelah acara penilaian lomba desa usai?
Kegiatan hari ini membuktikan bahwa gotong royong di tingkat dusun ini lebih didasarkan kebutuhan bersama warga masyarakat bukan karena menjlang lomba desa saja.

Kendurian dan Perwujudan Rasa Syukur

Kenduri lazim dilakukan ditengah masyarakat sebagai salah satu cara untuk "bersyukur" atas nikmat yang diterima.

Kendurian kelahiran bayi

Sebagai contoh orang tua yang mendapatkan momongan baru (melahirkan) biasanya mengelar acara kendurian. Acara kendurian biasanya juga sekaligus dijadikan momentum pihak keluarga untuk mengumumkan nama bagi bayi yang baru dilahirkan.
Waktu pelaksanaan kenduri untuk kelahiran bayi biasa digelar pada 3 sampai 7 hari setelah kelahiran. Namun demikian ada juga yang melaksanakan kenduri diluar waktu tersebut. Semua tergantung kemampuan dan kesiapan masing masing orang.

Pembubaran Panitia Lomba Desa

Setelah usai pelaksanaan penilaian Lomba Desa Tanjung Kesuma, panita lomba bersama aparat desa pada 16 Maret 2014  melaksanakan  rapat pembubaran panitia.
Pada rapat tersebut Ketua Umum Kusno Waluyo S.Pt. MM., menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim panitia dan masyarakat yang telah bersama sama mensukseskan kegiatan penilaian lomba desa.
Sugiyanto selaku kepala desa juga menyampaikan ucapan terimakasih setinggi tingginya kepada seluruh jajaran panitia yang telah bekerja keras menyiapkan dan melaksanakan acara penilaian lomba desa.
Selain itu Sugiyanto juga berpesan hendaknya semangat lomba desa ini jangan begitu saja padam. Karena ternyata masyarakat Tanjung Kesuma terbukti bisa menubnjukkan kebersamaan dan kegotong royongan yang tinggi.

Pintu Bagi Air

Begitu besar Manfaat pintu bagi air bagi penggarap sawah yang mengunakan sumber pengairan irigasi.

Hamparan Sawah Tanjung Kesuma

Seperti inilah hamparan sawah di Desa Tanjung Kesuma. Lahan pertanian sawah merupakan areal terluas dari wilayah desa Tanjung Kesuma.Lahan sawah ini pula yang dijadikan sumber panganbagi warga desa.