Sabtu, 29 Agustus 2015
Jumat, 28 Agustus 2015
Album kegiatan HUT RI 70 B
Album kegiatan HUT RI 70
Jumat, 17 Juli 2015
Sholat Idul Fitri1436 H di Masjid Darul Karim Tanjung Kesuma
Sholat Idul Fitri 1436 H dilaksanakan di Masjod Darul Karim Desa Tanjung Kesuma dibanjiri Jamaah. Lokasi didalam dan halaman Masjid tidak mampu menampung jumlah jama'ah yang datang. Hal ini diluar perkiraan panitia. Puluhan jamaah rela sholat di luar pagar masjid dengan beralas tikar.
Sholat Idul Fitri dipimpin oleh Imam: KH. Badrun Rifai. Setelah Sholat usai dilanjutkan dengan Khotbah Idul Fitri yang di bawakan oleh Khatib : Hi. Sani.
Dalam khotbahnya, Hi. Sani mengajak seluruh jamaah untuk memaknai Idul Fitri sebagai bagian dari rangkaian ibadah selama Bulan Ramadhan.
Banyak hikmah yang bisa dipetik dari Idul Fitri pada tahun ini. Hal terpenting yang harus selalu dilakukan adalah meningkatkan ketaqwaan kita dari waktu ke waktu.
Senin, 06 Juli 2015
Silaturahmi & Bincang-Bincang Tentang Perlunya Bumdes di Tanjung Kesuma
Minggu, 5 Juli 2015 usai sholat tarawih dilaksanakan silaturahmi dan obrolan santai membahas potensi desa Tanjung Kesuma. Obrolan yang dilakukan di rumah Suyatno (Dusun VI Tanjung Kesuma) ini dihadiri oleh Purwanto (Sie Perekonomian LPMD), Tokoh Pemuda (Dadang S., Jumanto, Ahmad Kushaeni), Sie Lingkungan Hidup LPMD (Sugiarto, Ir. H. Apippudin).
Pada obrolan ini dibahas seputar potensi desa yang mungkin bisa dikembangkan. Acara yang difasilitasi Dadang Suryana ini menjadi ajang berbagi informasi disampaikan oleh yang hadir.
1. Potensi ternak kelinci (Ahmad K.)
2. Budidaya Ikan di Bendungan Dusun (Purwanto)
3. Potensi lembaga ekonomi masyarakat, kegiayan simpan pinjam (Sugiarto)
4. PengembanganKegiatan Risma kepada aspek ekonomi dan usaha (Sudirman)
5. Pemberdayaan Pemuda dalam kegiatan dan usaha (Jumanto).
6. Perlunya sebuah wadah seperti BUMDES untuk bisa menampung semua potensi desa (Ir. H. Apipudin)
7. Potensi usaha yang berdasar kebutuhan masyatakat masih perlu digali lagi dan jika memungkinkan disinergikan dengan kehadirab Bumdes.
8. Perlu Tim Pemikir, Perencana dan Pengusung Usulan. Perlu dukungan Peraturan Desa untuk bisa membentuk organisasi ekonomi setingkat Bumdes. Dibutuhkan tim yang mau berkorban baik waktu, tenaga, pikiran bahkan biaya.
Ini ruang peran yang bisa dibentuk jika memang dibutuhkan untuk bisa menampung potensi, pola pikir dari SDM yang ada di Desa.
Pada pertemuan ini disepakti oleh semua yang hadir untuk diadakan pertemuan lanjutan membahas lebih lanjut mengenai Bumdes. Semua sepakat untuk sama sama memanfaatkan waktu untuk mempelajari semua hal yang terkait Dasar hukum Bumdes mulai dari Undang Undang, Peraturan Daerah Lampung Timur Tentang Bumdes.Lebih dari itu peserta juga bersedia mempelajari Fungsi, Peranan danTata cara pendirian Bumdes di Desa Tanjung Kesuma.
Sabtu, 16 Mei 2015
Ketua DPRD Lampung Timur resmi menutup Rangkaian Acara Festival Rebana Darul Hikmah 2015.
Demikian juga H. Ali Johan Arif, S.E., M.Si. (Ketua DPRD Lampung Timur) melihat sisi penting acara ini adalah untuk menjadikan generasi penerus yang memiliki landasan iman dan taqwa. Ia melihat bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Risma dan warga Dusun III Tanjung Kesuma bisa menjadi contoh bagi dusun atau desa lain. Ia juga mendukung pelaksanaan Festival Rebana dan mendorong agar kegiatan semacam ini tetap dilaksanakan kedepan.
Juara 2 : Nilai: 254, Group Al Amanah Tegal Gondo
Juara 3 : Nilai : 245, Group Darul jihad Taman Cari
Sedangkan untuk juara harapan hasilnya sebagai berikut:
Juara Harapan 1: Nilai : 233 Group TPA Muslihin Tanjung Kesuma
Juara Harapan 2: Nilai 229 Group Miftahul Jannah Taman Endah
Juara Harapan 3: Nilai 223 Group An-Nur Tanjung Kesuma

Acara yang dilanjutkan dengan peringatan Isro' Mi'roj yang menghadirkan KH. Daroni Ali (Pengasuh Ponpes Sabilunajjah Seputih Raman Lampung Tengah). Pada kesempatan itu Daroni Ali dengan pembawaan yang khas menyampaikan beberapa hal penting dalam memaknai peringatan Isro'Mi'roj. riwayat pendidikan islam, kebangsaan dan kemasyarakatan. Ia juga menjelaskan bagaimana agar umat islam mampumenguatkan jati diri, berupa akhlak, barokah, tidak eksklusif. Salah satu pesan penting yang di sampaikan pada acara ini adalah "Perjuangan Membenarkan orang pintar lebih berat dibanding memintarkan orang benar".

