Selasa, 31 Mei 2016

Gotong Royong Pembenahan Saluran Darinase Jalan

Dalam rangka mendukung pelaksanaan Pembangunan Desa, Warga Dusun VI Tanjung Kesuma Kesuma melaksanakan Gotong Royong penggalian parit jalan.
Kegiatan yang di pusatkan di Jalan Mataram Dusun VI Tanjung Kesuma ini di lakukan dengan sistem kapling. Masing-masing warga mendapat bagian lokasi penggalian sepanjang 2 meter.
Gotong royong dengan cara ini dilakukan agar setiap warga dapat berperan aktif dalam kegiatan itu. Meskipun awal pengerjaan gotong royong tersebut dilaksanakan secara serentak, namun penyelesaian pekerjaan di serahkan kepada masing masing warga.

Senin, 23 Mei 2016

Pemilihan Anggota BPD Serentak di Desa Tanjung Kesuma

Pada Minggu 22 Mei 2016 Desa Tanjung Kesuma melaksanakan pemilihan Anggota BPD secara serentak di 6 Dusun. Pemilihan ini di selenggarakan di masing-masing rumah Kepala Dusun, dengan panitia Kepala Dusun dibantu oleh perangkat desa.

Menurut Sugianto HS, Kepala Desa Tanjung Kesuma,  Pemilihan ini dilaksanakan karena masa bakti Anggota BPD periode 2011 - 2016 akan berakhir pada 25 Mei 2016, maka sebelum itu perlu dilaksanakan pemilihan. " Tugas dan Fungsi Anggota BPD adalah sebagai wakil warga masyarakat, dalam Menampung aspirasi. Tugas lainnya adalah Membahas Raperdes dan Membatu mengawasi Kinerja Kepala Desa."

Menurut Sugianto , syarat menjadi Anggota BPD secara umum adalah sebagai berikut:
1. Minimal usia 20 tahun atau sudah menikah
2. Pendidikan Minimal SLTP
3. Tidak boleh merangkap Perangkat Desa
4. Jumlah Anggota BPD ditetapkan secara Gasal
5. Belum Pernah 3 kali berturut turut menjabat sebagai anggota BPD.
6. Berdomisili di dusun setempat

Mengenai jumlah Anggota BPD dalam satu desa, mengacu pada aturan :
Jika jumlah penduduk 1000- 3000 jiwa = 5 orang Anggota BPD, 3001 - 5000 jiwa  = 7 orang dan
5001 lebih jiwa = 9 orang. Mengingat jumlah penduduk Desa Tanjung Kesuma ada di kisarang 3001 - 5000 maka Desa Tanjung Kesuma akan memiliki 7 orang Anggota BPD.

Karena di DesaTanjung kesuma  memiliki 6 dusun, maka masing-masing dusun diberi kesempatan untuk memiliki 1 Anggota BPD. dengan pengecuaian dusun 3 diharuskan memiliki 2 anggota BPD. Alasan utamanya adalah jumlah penduduk tertinggi ada di Dusun 3 Tanjung Kesuma

Kepala Dea Tanjung Kesuma berpesan kepada seluruh warga Tanjung Kesuma yang diundang dalam acara pemilihan, dan memenuhi syarat diperbolehkan mencalonkan diri untuk menjadi anggota BPD.

Pada pemilihan Anggota BPD diperoleh hasil sebagai berikut:
Dusun I = M. Muhaimin,
Dusun II = Okta Purwanto,
Dusun III = Pariyah
Dusun IV = Elis,
Dusun V = Asep Sutisna,
Dusun VI = Pak Sudarto


Senin, 02 Mei 2016

Refleksi HUT Tanjung Kesuma ke-63 Tahun 2016

Genap 63 Tahun Berdirinya desa Tanjung Kesuma, Group Facebook Pemoeda Tanjung Kesuma menggelar Diskusi Interaktif Online #02. Diskusi bersifat terbuka bagi anggota group sebagai wahana bertukar informasi, berbagi ide, pendapat dan gagasan sesuai tema "Menelaah Makna HUT Desa".

Untuk mengantarkan tema diskusi diatas, Suyatno (yatnolensa) selaku fasilitator diskusi interaktif online memberikan pertanyaan antara lain:
1. Apa pendapat Anda tentang Hari Ulang Tahun Desa?
2. Perlukah di peringati?
3. Apa sisi penting Peringatan HUT Desa bagi kita sebagai Warga Masyarakat dan Desa sebagai Lembaga ?

Berikut ini Isi Diskusi Intaktif Online:
Dadang Suryana:
Memperingati hari lahir desa tanjung kesuma sebuah mementum penting agar kita mengetahui dan mengingat kembali awal mula terbentuknya desa ini .
Dan sangat tdk berlebihan kalau momen ini di peringati.
Contoh kecil. Kumpul Bersama.acaranya bisa perenungan, atau berdiskusi dengan pelaku sejarah awal merintis desa tanjung kesuma .

Momentum seperti ini jangan sampai lewat begitu saja. Ini menjadikan sebuah sejarah awal utk memberikan kesadaran dan kepedulian terhadap desa.
Seperti yg di sampaikan bu Destri Mawati tdk harus menghamburkan uang dgn pesta.
Dgn perenungan dan kalau pun ada yg bersedia membuatkan tumpeng nasi itu lebih baik.
Bisa juga satu bulan ini logo 63 thn tanjung kesuma di pakai profil setiap pengguna sosmed warga desa tjg ksma

Destri Mawati:
Hut desa adalah hari ulang tahun semua warga desa.seyogya nya hari ulang tahun di mana kita sebagai warga melihat kembali kekurangan dan kelebihan diri.sudah berbuat baik apakah kita pada desa yg telah membesarkan kita dgn kedamaian lingkungan nya. Sudah kah kita memajukan desa kita atau setidak nya ikut berpartisipasi dalam program2 kemajuan sebuah desa. Sehingga pada akhir nya perayaan hut desa tidak hanya dgn menghamburkan uang dgn pesta nya. Tetapi mampu menggerakkan semua warga demi terciptanya desa yg yg di impikan semua warga.

Destri Mawati: Setuju dgn semua nya,memajukan sebuah desa bisa di lakukan dgn kesadaran diri,menyingkirkan duri di jalan,menutup jalan berlubang, keikut sertaan koperasi desa dgn lumbung desa, dan tentunya harus ddngan dukungan aparatur desa. Dan semua warga nya dgn semangat goyong royong dan ramah tamah yg mjd ciri khas warga sebuah desa.
Selamat ulang tahun desa tanjung kesuma..

Chaidir Ar:

HUT lahir desa kita,,layaknya sebuah kelahiran yg usianya diperingati 63th bisa disebut telah dewasa atau tua renta, ada baiknya jika Tiap Jejak usia desa ini bisa jadi bahan Resolusi dan instrospeksi bagi kita sang jiwa dari desa

Iwan Jeruk:

Slmt hri ulng thun desa ku t.kesuma...
Stju dngn apa yg di ktkn mas dadang. Mmpringti hri ultah dsa bkan hal yg berlbihn. Spya smua tau sjrh dsa kta sndri. Dan apa yg pernh kita perbuat untk mmjukn dsa kita.


Refleksi:
Hari Ulang Tahun Desa 
Mengais Asa di tengah Kearifan Lokal yang Hampir "Binasa"
Oleh Fasilitator Diskusi (Suyatno)

Hari Ulang Tahun Desa tidak identik dengan mulainya warga datang dan membuat pemukiman pada sebuah lingkungan. Tapi Ulang Tahun Desa adalah peringatan terhadap waktu satuan2 pemukiman yang di definitif kan menjadi desa.
Baik dari Lingkungan yang sebelumnya merupakan umbulan dari desa induk maupun pemukiman yang dibentuk karena program transmigrasi.

Keduanya memiliki kesamaan. Mulai mendirikan kampung dilokasi yang dulunya hutan rimba atau semak belukar.

Keduanya sama sama berjuang agar bisa bertahan hidup disana. Juga ada sebagaian warga yang mau bersusah payah menjadi pamong desa.

Terbayangkah seorang pendiri desa, mesti bersusah payah bertahan hidup untuk.diri.dan keluarganya, tapi juga berjuang keras agar desanya hidup. Mereka harus berjuang agar Bisa Memiliki jalan, fasilitas umum, mencetak sawah, membangun sistem.pemerintahan dan seterusnya .

Banyak kearifan lokal dan peradaban yang berhasil di bangun sebagai pondasi awal berdirinya sebuah desa. Partisipasi, gotong royong, rukun kematian, janggolan, Siskamling, dll adalah bukti keberhasilan para pendiri desa merancang dan membentuk nilai nilai sosial tumbuh di tengah warga masyarakat.

Kita bergerak maju hingga detik ini. Apakah yang bisa kita lihat dan rasakan?
Apakah nilai sosial dan.peradaban yg telah dirintis oleh pendahulu masih bisa kita rasakan? Atau telah mengalami pemudaran?
Apapun jawabannya mengandung potensi pertanyaan berikutnya.

jika nilai sosial itu masih ada bersedekah kita menjaga dan memelihara?
Jika nilai itu memudar apakah kita juga bersedia memolesnya kembali agar jangan tampak usang karena jaman?

Atau bersedia menemeukenali nilai sosial baru yang kemudian berkenan menabur = membagikan
Memupuk = membesarkan, menjaga dari terusan modernisasi atau menyelaraskan dengan kemajuan jaman.?

Siapapun kita, jika masih mencantumkan alamat di sebuah desa, maka punya kesempatan yang sama untuk berperan. Menjaga bangunan sosial, tradisi dan peradaban yg telah ada, dan tetap menjadikannya spirit.

Jika mungkin, karena kita adalah generasi penerus dari para pendiri desa, baik karena lahir besar di desa, atau lahir, besar dan tinggal di desa, atau besar tinggal di Desa sampai kita tinggal di Desa.

Jika desa akan ada hingga akhir jaman, kita sama sama tidak tahu akan ada berapa generasi penerus yang nantinya akan tetap menggunakan nama desa ini.

Jika saat ini kita bangga menjadi.warga desa, maka Kita bisa menularkan kebanggan itu. Namun jika kita merasa biasa saja tinggal.di desa, maka kitapun bisa menularkan sikap yg biasa biasa saja.

Peringatan HUT Desa itu Penting, sebagai momentum mengingat historis desa. Mengambil nilai dan makna akan kelahiran dan berdirinya desa.

Peringatan HUT Desa tak selalu identik dengan acara seremonial yang menghamburkan biaya, tetapi bisa dilakukan dengan cara sederhana tapi penuh makna.

Peringatan HUT desa bukanlah ajang adu gengsi, karena sebetulnya saatnya introspeksi.
Bagi Warga desa,
Untuk mempertanyakan "Sumbangsih apakah yang sudah German Dan Alan saya Iberian untuj Desa saya"?
Bagi Pemerintah Desa, organisasi, lembaga, kelompok, perkumpulan:
Apakah saat ini sudah menjalankan tupoksi secara optimal untuk memberikan pengayoman dalam dan perlindungan pada semua sendi kehidupan masyarakat desa?

Peringatan Ulang Tahun Desa di lakukan dengan perenungan bisa.jadi memberikan makna dalam ketimbang perayaan yang berisi seremonial.

Tak kan mengubah apapun, kecuali warga dan seluruh elemen desa memang mau melakukan perubahan menuju desa yang maju di tengah kemajemukan pola pikir, dan mandiri membawa peradaban untuk masa depan.

Salam warga desa.

Web: https://web.facebook.com/groups/pemudatanjungkesuma/
Email: pemudatanjungkesuma@groups.facebook.com